Gus Baha : Dalil Liberal

 



Gus Baha : Dalil Liberal 

Saya berkali-kali berdebat sama orang-orang Liberal


Sekarang saya tanya..


Mereka kan senang sekali ya mengutip ayat :

"لَاۤ إِكۡرَاهَ فِی ٱلدِّینِۖ"


"Bahasa dalam beragama itu nggak perlu pemaksaan"


Sebetulnya ayat itu jelas, ada terusannya..


قَد تَّبَیَّنَ ٱلرُّشۡدُ مِنَ ٱلۡغَیِّۚ


"Yang benar tentu begitu jelas !"


Yang benar ya benar

Yang salah ya salah


Sehingga kita ga perluh memaksa orang, misalnya..


2+2 itu 4


Terus kamu paksa, kalo kamu tidak mengatakan 4 saya penjara..


Itu ga boleh..


Kalo orang waras (normal) pasti akan bilang...

2+2 = 4 1+1= 2


Kebenaran لا اله الا الله

Itu seperti itu


Kebenaran yang begitu nyata sehingga ga butuh dipaksa


Jadi sebetulnya, لَاۤ إِكۡرَاهَ فِی ٱلدِّینِۖ

Itu konsteksnya..


Karena kebenaran benar-benar sudah punya eksistensi yang nyata..


Untuk di akui itu ndak butuh pemaksaan


Lah repotnya sekarang santri² kalo pidato khitobiyyah di pondok² yang diputus kayak orang liberal


لَاۤ إِكۡرَاهَ فِی ٱلدِّینِۖ...


Itu belum waqof, masih..


 قَد تَّبَیَّنَ ٱلرُّشۡدُ مِنَ ٱلۡغَیِّۚ

Paham yang saya maksud?



{ لَاۤ إِكۡرَاهَ فِی ٱلدِّینِۖ قَد تَّبَیَّنَ ٱلرُّشۡدُ مِنَ ٱلۡغَیِّۚ فَمَن یَكۡفُرۡ بِٱلطَّـٰغُوتِ وَیُؤۡمِنۢ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱسۡتَمۡسَكَ بِٱلۡعُرۡوَةِ ٱلۡوُثۡقَىٰ لَا ٱنفِصَامَ لَهَاۗ وَٱللَّهُ سَمِیعٌ عَلِیمٌ }

[Surat Al-Baqarah: 256]



Komentar